💡 KUTIPAN HARI INI
Memuat kutipan hari ini...

Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sorotan utama pemberitaan pekan ini (19-22 Oktober 2026). Dia memilih terjun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Gunung Ciremai. Padahal, ada agenda nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketidakhadiran Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, sempat menyita perhatian publik. Presiden Prabowo menanyakan keberadaan KDM alias Bapa Aing dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Ke mana KDM? Yang paling dekat enggak hadir malah. Pasti sibuk,” seloroh Prabowo saat menyapa jajaran kepala daerah yang hadir.

Menanggapi ketidakhadirannya, KDM menegaskan bukan tanpa alasan. Ia mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Gubernur yang demen bagi-bagi duit itu mengatakan, arahan Mensesneg jelas, yaitu agar memprioritaskan penanganan bencana karhutla di Ciremai.

Langkah taktis yang diambil KDM terbilang agresif. Ia mengerahkan sekitar seribu personel gabungan, menyiagakan helikopter Caracal untuk water bombing, hingga menyiapkan insentif sebesar Rp250.000 per hari. Bukan cuma itu, KDM juga memberi bonus bagi relawan warga yang bergerak cepat memadamkan api. Selain itu, ia mengeluarkan larangan keras pembakaran ilalang demi mencegah meluasnya titik api.

Aksi sigap ini mempertegas kepemimpinan populistik Dedi Mulyadi. Dia konsisten mengutamakan penanganan krisis daerah secara langsung. Sontak, sikap responsifnya ini menuai apresiasi publik. Itu juga memperkuat posisinya sebagai figur kepala daerah yang bertindak solutif di tengah situasi darurat.

Sumber: Berbagi media

Baca juga:
Suyudi Ario Seto