Akurasi Bahasa Jurnalistik Bukan Sekadar Gaya-gayaan

gaya-gayaan_akurasi bahasa

Musuh utama kejelasan dalam menyampaikan fakta dalam berita adalah kelisanan. Apa yang jelas ketika disampaikan dalam komunikasi lisan belum tentu jelas ketika disampaikan secara tertulis. Ketepatan pilihan kata tidak bisa ditawar. Akurasi bahasa jurnalistik bukan sekadar gaya-gayaan.    Misalnya, seorang reporter melaporkan peristiwa banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sambil mengenakan jas hujan, reporter yang … Read more

Bahasa Jurnalistik di Era Digital

ruang redaksi c-tas_gembira berhasl tayangkan berita

Bahasa jurnalistik kerap dipandang secara sinis. Tidak sedikit yang menuduhnya sebagai perusak bahasa. Bahasa media massa dianggap longgar terhadap kaidah, terlalu sederhana, bahkan cenderung menurunkan standar kebahasaan. Padahal, bahasa yang digunakan para pewarta tetaplah bahasa Indonesia. Ia bukan bahasa lain, melainkan ragam penggunaan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi massa. Sejumlah pakar bahasa telah menegaskan hal … Read more

Judul sebagai Berita Terpendek

terpesona judul

Dulu, ketika media cetak masih disajikan pagi hari, judul masih dianggap sebagai pelengkap berita. Ia sekadar penarik perhatian pembaca. Anggapan itu kini sudah tergerus era digital ini. Kini judul tampil sebagai bentuk berita yang paling padat, paling awal dibaca. Judul sebagai berita terpendek. Orang pun kini banyak yang merasa sudah mengonsumsi  berita hanya dengan membaca … Read more