Tiba-tiba anak teman saya menyodorkan pertanyaan, apa kata dasar mengaum. Saya jawab aum. Eh, tidak percaya. Ngaum kali Om. Wah, saya bingung: harus garuk kepala apa geleng kepala.
ANAK TEMAN datang membawa buku. Dia bilang, ada pekerjaan rumah (PR) yang ruwet. Saya hanya mendengarkan celotehnya. Oh ya, namanya Riri, kelas 5 SD. Rambutnya kucir ekor kuda, terkadang kucir itu sengaja digoyang-goyangkan.
PR-nya mencari kata dasar dalam kalimat. Saya bilang, kenapa tidak tanya ayahnya saja. Riri bilang, ayahnya tidak punya waktu. Kalau duit? Ayah punya, kata Riri. Ya, minta duit saja tidak usah mengerjakan PR. Riri cemberut.

Si bocil tengik ini langsung mendaratkan pertanyaan yang bikin saya bengong. Katanya, kalau ada kata dasar, memangnya ada kata menengah, dan ada kata atas. Logikanya benar juga. Kalau ada dasar, pasti ada menengah, dan atas. Saya hanya menggeleng. Pasalnya, dalam tata bahasa dan linguistik Indonesia tidak pernah disebutkan ada kata menengah dan kata atas.
Tapi, saya senang anak ini kreatif banget. Cara berpikirnya out of the box. Makanya saya bilang, tidak ada kata menengah atau kata atas, karena kata bukanlah sekolahan. Ada sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas. Kalau bicara kata, yang ada kata dasar dan kata berimbuhan. Dia mengangguk.
Jadi kata dasar apa? Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, kata dasar adalah bentuk kata yang menjadi dasar proses pembentukan kata. Gorys Keraf bilang, kata dasar adalah kata yang menjadi pokok pembentukan kata-kata lain. Gampangnya, kata dasar adalah kata yang asli yang belum diberi imbuhan.
Kata dasar mengaum
Awas, jangan tanya, kalau ada kata asli pasti ada kata palsu. Saya sudah bisa menebak jalan pikiran si Riri. Bocil yang satu ini diam. Memang PR-nya apa? Dia menyodorkan bukunya. Oh, tugasnya adalah mencari kata dasar dari kata berimbuhan dalam sebuah kalimat. Pertanyaan nomor satu:
- Harimau itu masih saja terus mengaum. Kata dasar dari kata berimbuhan mengaum adalah……
Kata dasar mengaum pastilah aum. Eh, si Riri malah menoleh ke saya dengan pandangan tidak percaya. “Bukannya, ngaum Om.” Saya tertawa. Betul, kalau kamu ingin salah. Riri malah bersedekap dan melotot.
Baik saya jelaskan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kata dasar mengaum adalah aum, kenapa bukan ngaum. Karena ngaum adalah bahasa lisan. Kebanyakan bahasa lisan hanya menghilangkan bunyi me– sehingga mengaum menjadi ngaum, menari menjadi nari, mengunyah menjadi ngunyah. Oke saya tampilkan dalam tabel biar lebih jelas.
| Kata berimbuhan | Kata dasar | Bahasa lisan |
| mengaum | aum | ngaum |
| mengunyah | kunyah | ngunyah |
| memukul | pukul | mukul |
| menyaring | saring | nyaring |
| membunuh | bunuh | mbunuh |
| menyortir | sortir | nyortir |
| mengantuk | kantuk | ngantuk |
Kebanyakan bahasa lisan seperti ngaum, ngunyah, dan nyortir masih berfungsi seperti kata berimbuhan mengaum, mengunyah, dan menyortir. Jadi, tentu saja bukan kata dasar. Pahamkan.
Kata dasar ada di mana

Riri mengangguk. Saya tidak yakin dia sudah paham. Nah, kata dasar mengalami perubahan ketika ditambah dengan imbuhan. Kata dasar amuk menjadi mengamuk ketika ditambahi imbuhan. Ada proses bernama nasalisasi yang ditulis meN-. Nah, meN- ini yang menjadi me-, men-, meng- ketika dipadukan dengan kata yang tepat.
Ah, sudahlah si bocil yang satu ini pasti enggak paham. Prikiew. Tapi, tiba-tiba dia tanya, dari mana saya tahu kata dasar mengaum itu aum, kata dasar mengantuk itu kantuk, kata dasar menggaruk itu garuk. Gampang itu, saya tahu dari kamus. Entri kamus biasanya berisi kata dasar lalu ditambahi dengan kata berimbuhannya.
You understand. Dengan gegap gempita si Riri menjawab: yes. Jadi, sekarang si bocil pengganggu ini sudah bisa mengerjakan PR. Riri sudah menutup bukunya. Dia berbisik ke saya. Om, kok jago banget masalah bahasa Indonesia, kenapa enggak jadi pemain bola aja. Alah, joke lawas. Tapi, tengkyu Riri, sudah menghibur.
Kalau hanya mencari kata dasar, saya yakin si Riri sudah bisa mengerjakan. Tapi kalau kata menengah atau kata atas, saya tidak tahu. Salam.
Baca juga:
1 thought on “Om, Apa Kata Dasar Mengaum?”