Size Doesn’t Matter: Ketika Ukuran Mengaburkan Pengertian

Size doesn’t matter, wow, persoalan ukuran memang selalu menjadi perdebatan. Kalau lebih panjang, lebih memuaskan, dan sebagainya. Tapi, ternyata tidak selalu begitu. Bahkan, ilmu kedokteran pun menyatakan tidak ada korelasi antara besar dan panjangnya kelamin dengan kepuasan. Lalu, bagaimana dengan kalimat, apakah kalimat yang panjang menjamin orang lebih memahami pesan yang disampaikan daripada kalimat yang pendek.

cewek ukuran besar Size Doesn’t Matter: Ketika Ukuran Mengaburkan Pengertian

George Orwell  si penulis Animal Farm pernah bilang “Never use a long word where a short one will do”. Artinya, kalau kalimat pendek sudah menyampaikan pesan dengan sangat baik, buat apa memperpanjang lagi. Ya, seperti kita selalu bilang, ukuran memang bukan persoalan, tapi kalau bisa pendek apa diperpanjangan

Bukan hanya Orwell, Kurt Vonnegut,  penulis Amerika yang terkenal dengan novel satir gelapnya, Slaughterhouse-Five, malah dengan tegas menyatakan bahwa use short sentences. Vonnegut menyatakan itu dalam artikelnya How to Write with Style. 

Namun sesungguhnya seluruh penulis atau instruktur penulisan pasti selalu menyarankan untuk menulis  dalam kalimat pendek.  Saran ini malah menimbulkan persoalan sendiri. Kalimat yang pendek itu terdiri dari berapa kata?

Ukuran dalam kalimat

Sebuah patokan tentu amat diperlukan agar seseorang bisa menulis dengan tepat. Yang perlu disadari menulis itu bukanlah ilmu eksakta. Aturan bakunya tidak ada perihal dalam satu kalimat harus terdiri dari beberapa kata. Kendati begitu, situs wordcounter.net menyebutkan bahwa rata-rata panjang kalimat antara 15—20 kata. Ya, boleh saja.  

Namun, sesungguhnya banyaknya kata dalam kalimat tidak bisa menjadi patokan. Sebuah kalimat dikatakan efektif bila pembaca langsung memahami pesan yang disampaikan si kalimat. Sialnya, kalimat yang mudah dipahami adalah kalimat pendek.

Kutipan satu Size Doesn’t Matter

Berdasarkan pengalaman saya, orang menulis kalimat panjang karena ingin menuangkan semua idenya. Padahal, kita dianjurkan untuk membuat satu ide dalam satu kalimat. Ingin menerangkan sejelas-jelasnya. Penulis beranggapan orang tidak akan paham bila tidak lengkap

Kalimat panjang sejatinya akan membuat orang lebih sulit memahami maksud atau ide kalimat tersebut. Kita lihat contoh berikut:

  • Sebelum menulis kita harus menyiapkan ide yang akan ditulis dan menyenangkan bagi pembaca tulisan itu, karena tulisan yang berhasil adalah tulisan yang membuat perubahan pada pembacanya.

Dalam kalimat di atas ada tiga ide: menyiapkan ide, menyenangkan pembaca, membuat perubahan. Penulis ingin menjejalkan tiga ide itu dalam kalimat. Tentu akan lebih mudah dipahami bila diubah sebagai berikut:

Sebelum menulis kita harus menyiapkan ide yang akan ditulis. Tentu saja ide tersebut harus bermanfaat dan menyenangkan bagi pembaca. Ingat, tulisan yang berhasil adalah tulisan yang membuat perubahan pada pembacanya.

Kemudian Kalimat yang lebai alias berusaha menjelaskan yang sudah jelas. Ini jelas perbuatan yang sia-sia, malah membuat kalimat kita terlihat panjang dan membosankan. Kita lihat contoh berikut:

  • Selanjutnya Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 memberikan acuan dalam melakukan diagnosis dan bagaimana tata laksananya serta memberikan pelayanan PAK yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016.

Kalimat tersebut terlalu panjang.  Bayangkan, sebanyak 40 kata menjadi satu kalimat. Padahal, kalimat sepanjang itu bisa diringkas menjadi:

  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 memberikan acuan dalam melakukan diagnosis, tata laksananya,dan memberikan pelayanan PAK yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ukuran yang bikin lebai

Persoalan selanjutnya adalah kalimat yang terlalu banyak memakai kata yang tidak perlu. Size doesn’t matter memang, namun tetap saja harus memperhatikan keterbacaan. Misalnya:

Dalam rangka pencegahan penularan virus korona yang mana amat berbahaya, pemerintah meminta masyarakat melakukan aktivitas hanya di rumah saja.

kutipan dua Size Doesn’t Matter

Pada contoh di atas tentu kita dapat menduga kata apa saja yang mesti dikurangi agar kalimat tersebut mudah dipahami. Ya, betul dalam rangka dan yang mana harus dihilangkan. Frasa melakukan aktivitas cukup ditulis dengan beraktivitas. Lalu kata hanya dan saja cukup dipilih salah satu, kedua kata ini bersinonim.

Ada  lagi contoh pemakaian kata yang terlalu lebai. Misalnya: 

Saya sebagai penulis saya merasa bahwa saya ingin menyampaikan pendapat saya yang menurut saya pendapat ini penting karena pendapat saya ini adalah pendapat pribadi saya sendiri yang saya tulis dengan cara penulisan saya yang menurut saya sudah saya pikirkan sebelumnya.

Silakan jika ada yang ingin menjadi sukarelawan untuk memperbaiki kalimat tersebut. Si penulis agaknya ingin menjelaskan sejelas-jelasnya. Sayang, upaya itu malah membuat kalimat tidak jelas.

Terbukti, kalimat panjang tidak selalu lebih mudah dipahami. Artinya, size does matter.  Yang penting adalah menulis dan pilihlah kata-kata yang diperlukan saja. Salam.

Baca juga:

Bikin Joke Enggak Selalu Bikin Orang Tertawa

Leave a Comment