Roald Dahl dan Formula Menulis Ajaibnya

Penggemar cerita anak pasti tahu, dong, siapa Roald Dahl. Kalau belum, enggak masalah, karena akan dikasih tahu. Penulis yang meninggal pada usia 74 tahun ini adalah penulis cerita klasik Charlie and the Chocolate, Matilda, dan James and the Giant Peach. Ada 19 buku anak yang ditulis sepanjang karier kepenulisannya.

Semangat Roald Dahl untuk menulis tumbuh ketika dia berada di Washington, D.C. Di sini dia bertemu penulis C.S. Forrester. Penulis senior itu yang mendorongnya untuk mulai menulis. Lahirlah cerita pendek pertama Dahl yang diterbitkan di Saturday Evening Post. Dalam periode ini Dahl menerbitkan sembilan cerita pendek.

Nah, pada 1942, Dahl menulis cerita anak pertamanya, The Gremlins, untuk Walt Disney. Sayang, The Gremlins kurang berhasil. Namun, itu tak lantas mematahkan semangat. Dahl kembali menulis cerita misteri dan mengerikan untuk pembaca dewasa. Hal tersebut terus dilakukan hingga tahun 1950-an.

Hasilnya, koleksi cerita terlaris Someone Like You pada 1953 dan Kiss, Kiss pada 1959. Setelah itu, dia menerbitkan buku anak populer James and the Giant Peach pada 1961. Pada 1964, ia merilis karya lain yang sangat sukses, Charlie and the Chocolate Factory. Cerita anak yang satu ini kemudian diadaptasi untuk dua film.

Profesi penulis cerita anak yang disandangnya terinspirasi dari kebiasaannya bercerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Cerita pengantar tidur itu menjadi dasar dari beberapa buku anak-anaknya yang paling populer. Wah, anak-anaknya menjadi penguji bagi cerita yang dibuat Dahl agar lebih baik. “Anak-anak … sangat kritis. Mereka juga bisa kehilangan minat dengan sangat cepat,” tegasnya dalam wawancara resensi buku di New York Times.

Dahl memberikan tips, “Jika seorang anak mulai bosan, kita harus memikirkan sesuatu yang membuatnya terkejut. Sesuatu yang menggelitik. Kita harus tahu apa yang disukai anak-anak,” tambahnya.

Pendidikan dan pekerjaan Roald Dhal

Pendidikan dasar Roald Dhal diawali di Sekolah Katedral Llandaff. Di sini Dahl sering menerima hukuman dari kepala sekolah karena acap melontarkan lelucon sehingga membuat kegaduhan. Ibunya lalu memindahkan si nakal itu ke St. Peter’s, sebuah sekolah berasrama di Inggris. Tidak sampai di situ saja, Roald Dahl lalu dipindahkan lagi ke Repton, sekolah swasta terbaik di Inggris.

Sayangnya, di sekolah yang bereputasi baik itu, Dahl hampir tidak berprestasi. Semasa SMA, ibunya menawarinya nantinya untuk mendaftar kuliah di Universitas Oxford atau Cambridge ketika lulus. Tanggapan Dahl, seperti dikutip dari otobiografinya, Boy: Tales of Childhood, “Tidak, terima kasih. Dari sekolah ini saya ingin langsung bekerja di perusahaan yang akan mengirim saya ke tempat-tempat jauh yang indah seperti Afrika atau Cina.”

Benar saja. Setelah Dahl lulus dari Repton pada tahun 1932, dia melakukan ekspedisi ke Newfoundland. Setelah itu, ia bekerja di Perusahaan Minyak Shell di Tanzania, Afrika, hingga tahun 1939.

Karena jiwa petualangan begitu menggebu, pada 1939, Roald Dahl bergabung dengan Royal Air Force. Setelah berlatih di Nairobi, Kenya, ia menjadi pilot pesawat tempur Perang Dunia II.

Saat bertugas di Mediterania, Dahl mengalami kecelakaan di Alexandria, Mesir. Kecelakaan pesawat itu menyebabkan dia mengalami cedera serius di tengkorak, tulang belakang, dan pinggulnya. Setelah sembuh, Dahl dipindahkan ke Washington, D.C. untuk menjadi asisten atase udara.

Akhir hidupnya

Pada tahun terbitnya Someone Like You, 1953, Dahl menikah dengan aktris film Patricia Neal. Yang nantinya, si artis pada 1961 memenangi Academy Award untuk perannya di film Hud. Pernikahan tersebut berlangsung selama tiga dekade dan menghasilkan lima anak, salah satunya meninggal secara tragis pada tahun 1962.

Menurut catatan biography.com, Dahl bercerai dengan Neal pada 1983. Setelah itu, penulis Inggris ini menikahi Felicity Ann Crosland. Istrinya yang terakhir ini yang menemani hingga meninggal pada 1990. Dahl lahir di Llandaff, South Wales, pada 13 September 1916.

Beberapa buku Roald Dahl

Banyak buku anak-anak Roald Dhal yang populer, namun banyak juga menuai kontroversi. Kritikus dan orang tua banyak menolak keras penggambaran tentang balas dendam anak-anak pada pelaku kesalahan orang dewasa. Dengan santainya Dahl mengklaim bahwa anak-anak memiliki selera humor yang lebih kuat daripada orang dewasa. Dia hanya mencoba untuk menarik pembacanya.

Inilah beberapa buku Roald Dahl:

sampul buku roald dhal  james and the Giant Peach

James and the Giant Peach (1961)
Ini buku pertama Dahl yang terbit pada 1961.Sebuah buku tentang seorang anak kecil yang kesepian yang tinggal bersama dua bibinya yang kejam yang bertemu dengan Belalang Hijau Tua dan teman-temannya serangga di pohon persik raksasa. Persik. Buku itu mendapat pujian kritis dan komersial yang luas.

sampul buku roald dhal Charlie and the Chocolate Factory

Charlie and the Chocolate Factory (1964)
Tiga tahun setelah buku anak-anak pertamanya, ada Charlie and the Chocolate Factory. Menceritakan seorang pengusaha unik, Willy Wonka, telah bersembunyi sendirian di dalam pabrik cokelatnya yang fantastis sampai dia melepaskan lima tiket emas di dalam bungkus permen batangan. Pemenang – termasuk bocah lelaki malang Charlie Bucket, yang tidak punya banyak makanan. Dia dianugerahi kunjungan ke pabrik. Beberapa kritikus menuduh Dahl menggambarkan stereotipe rasis dengan karakter Oompa-Loompa di buku ini.

sampul buku roald dhal Fantastic Mr. Fox

Fantastic Mr. Fox (1970)
Tiga petani keluar untuk mendapatkan penipu licik Mr. Fox, yang mengecoh mereka setiap saat. Mr. Fox tinggal di sebuah pohon bersama istri dan keluarganya, yang terinspirasi oleh pohon beech 150 tahun asli yang dikenal Dahl sebagai “pohon penyihir” yang berdiri di luar rumahnya.

sampul buku The BGF

The BFG (1982)
Dari sekian banyak ceritanya, Roald Dahl mengatakan The BFG adalah favoritnya. Dia datang dengan ide tentang seorang raksasa yang menyimpan mimpi dalam botol untuk dinikmati anak-anak ketika mereka tidur beberapa tahun sebelumnya. Dahl menceritakan kisah Raksasa Ramah Besar kepada anak-anaknya sendiri sebelum tidur.

sampul buku roald dhal The Witches

The Witches (1983)
Seorang anak laki-laki kebetulan mengikuti konvensi penyihir. Para penyihir berencana untuk menyingkirkan setiap anak terakhir di Inggris. Anak laki-laki dan neneknya harus melawan para penyihir untuk menyelamatkan anak-anak.

sampul buku roald dhal matilda

Matilda (1988)
Kisah panjang terakhir Roald Dahl mengikuti petualangan seorang gadis jenius berusia lima tahun, Matilda Wormwood. Gadis cilik ini yang menggunakan kekuatannya untuk membantu gurunya tercinta mengecoh kepala sekolah yang kejam.

Tujuh formula menulis Roald Dahl

Roald Dahl memberikan tujuh tips yang diperlukan untuk semua orang yang ingin menulis fiksi. Untuk menjadi penulis, menurut Roald Dahl:

  • “Anda dapat menulis dengan baik. Artinya, dapat menghidupkan adegan dalam pikiran pembaca
  • “Anda memiliki imajinasi yang hidup”
  • “Anda harus memiliki stamina. Dengan kata lain, Anda harus bisa kuat untuk bekerja dan tidak pernah menyerah, dari jam ke jam, hari ke hari, pekan ke pekan, dan bukan ke bulan.”
  • “Anda harus menjadi orang yang sempurna. Artinya Anda harus tidak pernah merasa puas dengan apa yang ditulis hingga menulis ulangnya lagi dan lagi, membuatnya menjadi yang terbaik yang Anda bisa.
  • “Anda harus memiliki disiplin yang kuat. Anda bekerja sendirian. Tidak seorang pun di sekitar Anda memberi hukuman jika Anda tidak bekerja, atau tidak ada yang menandai Anda jika Anda malas.”
  • “Memiliki selera humor akan amat membantu. Ini terlalu penting ketika menulis untuk remaja dan dewasa, tetapi untuk anak-anak ini amat penting.
  • “Anda harus memiliki kerendahan hati. Penulis itu kerjanya menuju masalah.”

Semoga apa yang ditulis di atas dapat bermanfaat untuk teman-teman yang sedang berjuang di dunia kepenulisan. Salam.

Baca juga:
Sejatinya Kata itu Jomblo

Roald Dahl dengan latar sampul buku James and the Giant Peach, Charlie and the Chocolate Factory, The Witches, dan lainnya.

Leave a Comment